KEDIRI – Suasana di SDN Gadungan 4, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tampak berbeda pada Minggu (8/3) sore. Ratusan siswa tidak sedang berlatih fisik atau jurus bela diri seperti biasanya. Di pertengahan bulan Ramadhan ini, keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon SDN Gadungan 4 Cabang Kabupaten Kediri Pusat Madiun memilih untuk “mengasah” sisi spiritual dan sosial mereka.
Sejak pukul 14.00 WIB, kegiatan dimulai dengan khidmat. Para siswa yang beragama Islam berkumpul untuk memperdalam praktik salat yang benar. Tak sekadar gerakan, mereka diajak memahami makna di balik ibadah tersebut. Kebersamaan ini pun memuncak saat azan Asar berkumandang, di mana seluruh peserta melaksanakan salat berjamaah dengan tertib.
Menjelang sore, keriuhan positif berpindah ke pinggir jalan. Dengan seragam kebanggaan dan senyum yang merekah, para siswa membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas. Aksi berbagi ini menjadi cara nyata bagi organisasi untuk mengajarkan kepedulian sosial kepada generasi muda.

Namun, yang paling menarik perhatian adalah sesi setelahnya. Sambil menunggu waktu berbuka, para siswa mendapatkan pengarahan mendalam mengenai budi pekerti luhur. Moch Surono, pelatih PSHT SDN Gadungan 4 sekaligus penanggung jawab kegiatan, menekankan pentingnya bijak dalam pergaulan dan bersosial media.
“Di era digital ini, menjadi pesilat tidak hanya soal kekuatan fisik, tapi juga tentang bagaimana kita menjaga lisan dan jari di dunia maya,” ujar Surono di sela-sela kegiatannya.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh internal SDN Gadungan 4. Semangat persaudaraan terlihat jelas dengan hadirnya siswa dan pelatih dari Rayon Jambean, Manggis, Puncu. Mereka berbaur menjadi satu dalam tadarus Al-Qur’an dan diskusi mengenai keesaan serta tata cara berorganisasi yang sehat.
Hari yang penuh berkah itu ditutup dengan manis saat waktu berbuka puasa tiba pada pukul 17.55 WIB. Setelah membatalkan puasa bersama, seluruh peserta kembali merapatkan barisan untuk melaksanakan salat Maghrib berjamaah.
Melalui kegiatan ini, PSHT Rayon SDN Gadungan 4 membuktikan bahwa organisasi bela diri bukan sekadar tempat belajar pencak silat, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk karakter generasi muda yang religius, peduli, dan beradab.





